Jumat, 10 Januari 2014

Tugas Ke-9 Perancangan Sistem Informasi

NIM : 112100951
Nama : William Wijaya
Semester/Kelas : 5/C3
Jurusan : Teknik Informatika
Jenjang : S1
Matakuliah : Perancangan Sistem Informasi

Apa kegunaan KTK?
Kartu KTK dapat diciptakan secara interaktif dengan sedikit penganalisis yang dapat bekerja bersama-sama untuk mengidentifikasi kelas dalam domain masalah. Satu yang disarankan adalah untuk menemukan semua kata benda dan kata kerja dalam pernyataan masalah yang telah diciptakan untuk menentukan masalah. Kata benda biasanya menunjukkan kelas-kelas dalam sistem, dan pertanggungjawaban dapat ditemukan dengan mengenali kata kerja. Dengan kelompok penganalisis Anda, ilhami untuk identitas semua kelas-kelas yang anda dapat. Ikuti format standar untuk mengilhami, yang mana tidak untuk mencela tanggapan beberapa partisipan pada nilai ini. Ketika semua kelas-kelas telah dikenali, para penganalisis dapat kemudian menyusunnya, membuang yang tidak berguna, dan menulisnya pada kartunya sendiri. Memberikan satu kelas pada setiap orang dalam kelompok, yang akan memilikinya untuk selama sesi KTK.

Apa itu UML?
Selama tahun 1990-an, berbagai macam teknik untuk analisis dan rancangan sistem O-O dikembangkan dan digunakan secara luas diseluruh  industri IT. Di antaranya yang paling terkenal adalah Unified Modeling Language (UML), dikembangkan oleh Grady Booch, Ivar Jacobson, dan James Rumbaugh. Masing-masing pencipta dari metode model O-O secara terpisah: Booch, metode "Booch"; Jacobson, metode Teknik Perangkat Lunak berOrientasi Objek (OOSE); dan Rumbaugh, Teknik Model Objek (OMT). Kolaborasi tiga orang ini untuk mempersatukan metode mereka, hasilnya pada  UML.
Selama penerimaan dan pemakaiannya secara lebar, pendekatan UML adalah sangat baik nilainya untuk penyelidikan dan pengertian. Perangkat UML distandarkan sebagai peralatan untuk dokumen analisa dan rancangan dari sistem perangkat lunak. Peralatan UML termasuk diagram yang memberikan orang-orang untuk menampilkan konstruksi dari sistem O-O, serupa dengan cara seperangkat cetak biru menyediakan orang-orang untuk membayangkan konstruksi bangunan. Apakah anda bekerja secara sendiri atau dengan menyediakan UML cara efektif berkomunikasi antara tim pengembangan dan bisnis perorangan dalam sebuah proyek.
Apa 3 element utama UML?
Benda-Benda
1. Penstrukturan Benda-Benda
  •  Kelas-Kelas
  • Antar Muka
  • Kolaborasi-Kolaborasi
  • Penggunaan Kasus-Kasus
  • Kelas-Kelas Kontrol atau Aktif
  • Komponen-Komponen
  • Node-Node
2. Tingkah Laku Benda-Benda
  • Interaksi-Interaksi
  • Keadaan Mesin-Mesin
3. Pengelompokan Benda-Benda
  • Paket
4. Keterangan Benda-Benda
  • Catatan-Catatan

Hubungan
1. Hubungan Struktural
  • Ketergantungan
  • Pengumpulan
  • Asosiasi-Asosiasi
  • Penggeneralisasian
2. Hubungan Perilaku
  • Berkomunikasi
  • Inklusi
  • Meluas
  • Generalisasi
Diagram-Diagram
1. Diagram-Diagram Struktural
  • Diagram Kelas
  • Diagram Objek
  • Diagram Komponen
  • Diagram Penyebaran
2. Diagram Perilaku
  • Diagram-Diagram Penggunaan Kasus
  • Diagram Rangkaian
  • Diagram Kolaborasi
  • Diagram Bagan Keadaan
  • Diagram Aktivitas

Tugas Ke-8 Perancnagan Sistem Informasi

NIM : 112100951
Nama : William Wijaya
Semester/Kelas : 5/C3
Jurusan : Teknik Informatika
Jenjang : S1
Matakuliah : Perancangan Sistem Informasi


Testing and Maintenance (Pengujian dan Perbaikan)

Program Testing With Test Data.
Analis berfungsi sebagai penasehat dan koordinator untuk tahap ini. Analis memastikan apakah teknik pengujian yang dilakukan programmer benar dan dapat bekerja untuk operasi-operasi dasar,contohnya dalam menangkap kesalahan. Program akan di uji dengan dua data yaitu dengan yg valid dan tidak valid kemudian output akan diperiksa oleh analis. Jika masih terdapat kesalahan,analis akan mengoreksi dan memberikan arahan kepada programmer apa-apa saja yang harus diperbaiki.

Link Testing With Test Data.
Setelah program melewati pengujian dengan test data,program akan diuji dengan link testing untuk melihat apakah program benar-benar dapat bekerja seperti yang telah direncanakan. Analis akan menciptakan data uji khusus yang mencakup berbagai situasi pengolahan untuk link testing. Pertama apakah sistem dapat menangani transaksi normal,penambahan variasi termasuk memasukkan data yang tidak valid untuk memastikan program dapat mendeteksi kesalahan.

Full Systems Testing With Test Data.
Ketika link testing memuaskan,full systems testing juga harus diuji.Pada tahap ini operator dan end user terlibat aktif dalam pengujian. Sistem pengujian meliputi penegasan standar kualitas untuk kinerja sistem yang mengatur spesifikasi sistem pada awal dibuat. Persetujuan dari personel dalam menentukan tugas dari program,langkah ini mencakup langkah-langkah dari kesalahan, ketepatan waktu, kemudahan penggunaan, transaksi order yang tepat, downtime dan manual prosedur yang dimengerti.

Full Systems Testing With Live Data.
Setelah full systems testing memuaskan,maka program akan diuji dengan data yang live. Langkah ini mencakup perbandingan keakuratan perbandingan hasil output sistem baru dengan yang lama. Dalam pengujian ini,data live yang digunakan hanya sebagian kecil.

Maintenance.
Maintenance lebih sering digunakan untuk meningkatkan kinerja software yang sudah ada dari pada merespon error,krisis atau kegagalan sistem. User harus berkomunikasi kepada programmer yang akan memaintenance sistemnya agar tidak terjadi masalah ketidakpuasan dari user.

Training (Pelatihan)

Training meliputi siapa yang akan ditraining, orang yang akan melatih user, objektif training, metode training, tempat training dan materi training.
Siapa yang akan di Training (Who To Train).
Semua orang yang memiliki kegunaan utama ataupun pilihan dari sistem. Pastikan untuk memisahkan antara pengguna yang mempunyai keahlian berbeda dan minat dari bekerja.
  1. Orang yang akan Melatih User (People Who Train User).
    Sistem Analis,Vendor,Pelatih eksternal,Pelatih Internal dan User yang lain.
  2. Objektif Training (Training Objectives).
    Berdasarkan pada pekerjaan dari pengguna.
  3. Metode Training (Training Method).
    Berdasarkan pada pekerjaan,latar belakang,personal dan pengalaman dari pengguna.
  4. Tempat Training (Training Sites).
    Berdasarkan pada objektif training, perkiraan biaya dan ketersediaan.
  5. Materi Training (Training Materials).
    Berdasarkan dari keperluan pengguna, operasi manual dan studi kasus.

System Security (Keamanan Sistem)

  1. Physical Security
    Pengamanan fasilitas komputer, peralatannya dan software.
  2. Logical Security
    Pengendalian dari software itu sendiri.
  3. Behavioural Security
    Membangun dan menjalankan prosedur untuk mencegah terjadinya dari penyalahgunaan hardware dan software komputer.

Disaster Recovery (Penanggulangan Bencana)

  1. Buat Tim yang bertanggungjawab dalam penanggulangan krisis (bencana).
  2. Eliminasi poin kegagalan.
  3. Rencana transportasi
  4. Mempunyai replikasi data di tempat yang berbeda.

Conversion (Konversi).

  1. Direct Changeover.
    Sistem lama berhenti sistem yang baru langsung berjalan, membutuhkan tet yang ekstensif, pendekatan konveksi yang beresiko, tidak bisa membandingkan hasil yang sama untuk sistem yang baru dan yang lama.
  2. Paralell Conversion.
    Bekerja dua kali lebih banyak (lembur), dapat mengecek data yang lama dan yang baru.
  3. Gradual Conversion.
    Kombinasi antara paralel dan direct changeover, user terlibat langsung dalam perubahan sistem, butuh waktu untuk perubahan.
  4. Modular Prototype Conversion.
    Mengetest setiap modul, User menjadi familiar sebelum sistem beroperasi
  5. Distributed Conversion.
    Masalah dapat dideteksi dan dicari solusinya, andai satu tempat berhasil tempat yang lain masih memungkinkan terkena masalah, hanya menginstal software di satu tempat.

MEMILIH TEKNIK PERANCANGAN DAN PENDOKUMENTASIAN

Pilih teknik:
  1. Cocok dengan pengadaan dokumentasi
  2. Dimengerti oleh orang lain dalam dokumentasi
  3. Memungkinkan anda untuk kembali bekerja pada sistem setelah anda jauh darinya dalam waktu yang ditentukan
  4. Sesuai dengan ukuran sistem yang sedang anda kerjkan
  5. Memperbolehkan pendekatan rancangan terstuktur jika dipertimbangkan untuk lebih penting daripada faktor lainnya
  6. Memungkinkan untuk dimodifikasi dengan mudah

Tugas Ke-7 Perancangan Sistem Informasi

NIM : 112100951
Nama : William Wijaya
Semester/Kelas : 5/C3
Jurusan : Teknik Informatika
Jenjang : S1
Matakuliah : Perancangan Sistem Informasi


Soal :
  1. Apa pengertian dari Six Sigma
  2. Sebutkan 6 pedoman dalam memilih teknik perancangan dan pendokumentasian
Jawaban
No 1 :
Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management ( TQM ), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan mehilangkan biaya. Six sigma juga disebut sistem komprehensive - maksudnya adalah strategi, disiplin ilmu, dan alat - untuk mencapai dan mendukung kesuksesan bisnis. Six Sigma disebut strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal, yaitu DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control ) dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (Pareto Chart) dan Histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis, tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.
Jawaban
No 2 :
Teknik Perancangan dan Pendokumentasian
  1. Cocok dengan pengadaan dokumentasi
  2. Dimengerti oleh orang lain dalam organisasi
  3. Memungkinkan Anda untuk kembali bekerja pada sistem setelah Anda jauh darinya dalam waktu tertentu
  4. Sesuai dengan ukuran sistem yang sedang Anda kerjakan
  5. Memperbolehkan pendekatan rancangan terstruktur jika dipertimbangkan untuk lebih penting dari pada faktor lainnya
  6. Memungkinkan untuk dimodifikasi dengan mudah

Tugas Ke-6 Perancangan Sistem Informasi

NIM : 112100951
Nama : William Wijaya
Semester/Kelas : 5/C3
Jurusan : Teknik Informatika
Jenjang : S1
Matakuliah : Perancangan Sistem Informasi

Soal:
  1. Daftar delapan panduan umum untuk persiapan kode.
  2. Daftar enam metode masukan data.

Jawaban nomor 1:
panduan umum untuk persiapan kode:

Meringkas
Kode seharusnya diringkas. Kode yang terlalu panjang berarti banyak tombol dan akibatnya banyak kesalahan. Kode panjang juga berarti bahwa penyimpanan informasi dalam basis data akan memerlukan banyak memori.
Kode singkat lebih mudah untuk diingat dan lebih mudah untuk dimasukkan daripada kode panjang. Jika kode harus panjang, seharusnya dipecah ke dalam subkode. Untuk contoh, 5678923453127 dapat dipecah dengan tanda penghubung sebagai berikut: 5678-923-453-127. Pendekatan ini lebih mudah diatur dan memberikan keuntungan cara orang mengetahui proses informasi dalam potongan singkat. Terkadang kode dibuat lebih panjang untuk mencegah orang dari menduga suatu nomor kartu kredit. Visa dan MasterCard menggunakan nomor 16 digit, akan menampung sembilan triliun pelanggan. Karena nomor-nomor tidak ditandai secara berderet, kesempatan untuk menebak nomor kartu kredit sangat kecil.

Menjaga kode tidak berubah
Kestabilan berarti bahwa identifikasi kode untuk pelanggan seharusnya tidak berubah setiap kali data diterima. Saat ini, kita mencontohkan suatu kode derivasi abjad untuk suatu daftar pelanggan majalah. Tanggal waktu terakhir bukan bagian dari kode identifikasi pelanggan karena biasanya mengubah.
Jangan mengubah singkatan kode di dalam sistem Mnemonik. Suatu waktu Anda mempunyai pilihan singkatan kode, jangan mencoba untuk memperbaikinya, karena itu membuatnya sangat sulit bagi masukan data untuk mengadaptasi.

Memastikan bahwa kode adalah unik
Bagi kode supaya bekerja, harus unik perhatikan bahwa semua kode yang digunakan dalam sistem dan memastikan bahwa Anda tidak menggunakan nomor atau nama kode sama untuk item-item yang sama. Nomor dan nama kode merupakan bagian yang sangat penting dari masukan dalam kamus data.

Membiarkan kode dapat diurut
Jika anda akan memanipulasikan data dengan bermanfaat, kode harus dapat diurut. Untuk contoh, jika Anda menjalankan teks cari pada bulan-bulan dalam setahun di dalam pesanan yang meningkat, "J" bulan akan keluar dari pesanan (Januari, Juli, dan selanjutnya Juni). Kamus dipilih dalam cara ini, satu huruf pada suatu waktu dari kanan ke kiri. Sehingga, jika Anda memilah MMMDDYYYY di mana menempatkan MM untuk singkatan bulan, DD untuk hari, dan YYYY untuk tahun, hasilnya akan salah.

Menghindari kode yang buat kekacauan
Mencoba untuk menghindari penggunaan karakteristik kode yang terlihat atau terdengar serupa. Karakter O (huruf oh) dan 0 (angka nol) sering kacau, seperti huruf I dan angka 1 dan huruf Z dan angka 2. Oleh karena itu, kode seperti B1C dan 280Z adalah tidak memuaskan.

Menjaga kode yang seragam
Kode perlu untuk mengikuti bentuk banyak format sepanjang waktu. Kode yang digunakan bersama, seperti BUF-234 dan KU-3456, adalah kurang baik karena yang pertama terdiri dari tiga huruf dan tiga angka, sedangkan yang kedua hanya mempunyai dua huruf diikuti oleh empat angka.
Pada saat Anda memerlukan tambahan tanggal, cobalah untuk menghindari penggunaan kode MMDDYYYY dalam satu aplikasi, kedua YYYYDDMM, dan ketiga MMDDYYYY. Ini sangat penting untuk menjaga kode seragam untuk semua program.
Sebelumnya, keseragaman berarti bahwa semua kode dijaga sama panjangnya. Dengan permulaan sistem online, panjang tidak sepentingnya dulu. Dengan sistem online, kunci enter dikenai setelah masukan data diuji oleh operator dengan benar, sehingga ini tidak terlalu masalah jika kode panjangnya tiga karakter atau empat karakter.

Membolehkan modifikasi kode
Pencocokan adalah suatu kunci utama dari kode yang baik. Para penganalisis harus mempertimbangkan bahwa sistem akan berkembang dengan waktu, dan sistem pengkodean seharusnya mampu mencakup perubahan. Jumlah pelanggan seharusnya bertambah, pelanggan akan mengganti nama, dan suplier akan memodifikasi cara mereka menamakan produknya. Seorang penganalisis perlu untuk bisa meramalkan perkiraan dan antisipasi menjangkau jauh kebutuhan masa depan saat merancang kode.

Membuat kode berarti
Kalau penganalisis ingin menyembunyikan informasi, kode tetap berarti. Kode yang efektif tidak hanya berisi informasi, tetapi juga membuat pengertian kepada masyarakat penggunanya. Kode yang berarti lebih mudah dimengerti, bekerja dengannya, dan dipanggil. Pekerjaan masukan data menjadi lebih menarik saat bekerja dengan kode yang berarti daripada hanya memasukkan rangkaian angka-angka kurang berarti.

Menggunakan kode
Kode-kode bisa digunakan dengan banyak cara. Di dalam validasi program, masukan data diperiksa pada datar kode untuk memastikan bahwa hanya kode valid yang dimasukkan. Di dalam program laporan dan penyelidikan, kode disimpan pada file yang ditransform ke dalam pemahaman kode. Laporan dan layar seharusnya tidak menampilkan atau mencetak kode sebenarnya. Jika mereka melakukan, pemakai akan mempunyai ingatan kode yang berarti atau melihat mereka secara manual. Kode digunakan dalam program GUI untuk menghasilkan daftar drop-down.

Jawaban nomor 2:

Enam metode masukan data:

Papan ketik
Papan ketik merupakan metode paling tua masukan data, dan tentunya adalah alat yang sangat akrab dengan anggota organisasi. Beberapa perbaikan telah dibuat beberapa tahun terakhir ini untuk standarisasi papan ketik, seperti menambah numerik keypad yang dapat diprogram dengan macros untuk mengurangi jumlah keystroke yang diperlukan dan penemuan yang baik (satu dibentuk untuk bentuk tangan). Perangkat lunak mengizinkan pencarian kembali untuk menganalisis berapa banyak keystroke yang diperlukan untuk memasukkan jenis data tertentu.

Optical Character Recognition
Optical Character Recognition membiarkan pengguna membaca masukan dari dokumen sumber dengan optical scanner lebih baik daripada media magnetik. Penggunaan alat OCR dapat mempercepat masukan data dari 50 hingga 75 persen dari beberapa metode dasar lainnya.

Metode masukan data lainnya
Metode masukan data lainnya secara luas juga mulai banyak dipakai. Sebagian besar metode ini mengurangi biaya kerja dengan memerlukan sedikit keterampilan operator atau pelatihan singkat, mereka menjadikan masukan data mirip dengan sumber data, dan mereka mengeleminasi keperluan akan dokumen sumber. Sama halnya, mereka menjadi metode masukan data yang cepat dan sangat dapat dipercaya. Metode-metode masukan data dibicarakan dalam bagian berikut meliputi pengenalan karakter tinta magnetik, formulir Mark-sense, punch-out formulir, bar code, dan data strip.

Pengenalan karakter tinta magnetik.
Karakter tinta magnetik dijumpai dibawah cek bank dan beberapa tagihan kartu kredit. Metode ini smaa dengan OCR dalam membaca karakter khusus, tetapi penggunaannya terbatas. Masukan data melalui pengenalan karakter tinta magnetik (MICR) dikerjakan melalui mesin yang membaca dan menginterpretasi garis tunggal material yang disandikan dengan tinta yang dibuat dari partikel magnetik.
Beberapa keuntungan menggunakan MICR yaitu (1) MICR metode yang andal dan berkecepatan tinggi yang tidak mudah menerima tanda salah (karena mereka tidak disandikan secara magentik); (2) jika dia digunakan pada pengambilan uang melalui cek, dia menyediakan tingkat keamanan terhadap cek yang tidak beres; (3) personel masukan data dapat melihat nomor kode jika dia perlu memeriksanya.

Formulir mark-sense
Formulir mark-sense membolehkan masukan data melalui penggunaan scanner yang merasakan di mana tanda telah dibuat dengan pencil timah pada formulir khusus. Satu kekurangan dari formulir mark-sense di mana seharusnya pembaca dapat menentukan apakah tanda telah dibuat, tidak dapat mengenali tanda sama yang dikerjakan oleh pembaca karakter optika. Tanda yang tidak jelas pada formulir kemudian dimasukkan sebagai data yang salah. Sebagai tambahan, pilihan terbatas diberikan dalam menyediakan formulir mark-sense. formulir mempunyai kesulitan dalam menangkap data alphanumerik karena diperlukan ruang untuk melengkapi huruf dan angka, dan dia dengan mudah mengisi di luar formulir mark-sense untuk menerima kekeliruan dan menaruh tanda dalam letak yang salah.

Bar kode
Bar kode secara khusus tampak pada label produk, tetapi juga muncul pada gelang identifikasi pasien dalam rumah sakit dan dalam beberapa konteks dimana seseorang atau objek perlu diuji kedalam atau keluar dari beberapa macam sistem inventaris. Bar kode dapat dipikirkan sebagai "metacode" atau kode yang menyandikan kode, karena muncul sebagai seri pita sempit dan lebar pada label yang menyandikan angka atau huruf. Simbol ini mempunyai akses dengan data produk yang disimpan dalam memori komputer. Sorotan cahaya dari scanner atau lightpen menggambar pita yang membentang pada label baik untuk mengkonfirmasi maupun merekam data tentang produk yang lagi di-scan.

Menggunakan terminal cerdas
Terminal cerdas dapat diingat selangkah di atas terminal bodoh dan selangkah di bawah workstation cerdas dan mikrokomputer portabel di dalam kemampuannya. Dalam beberapa hal, terminal cerdas mengeleminasi keperluan akan dokumen sumber.
Keuntungan besar pemakaian terminal cerdas adalah melalui penggunaan pengolah-mikro, mereka dapat meringankan beberapa beban Central Processing Unit (CPU) yaitu pengeditan, pengendalian, pengalihan, dan penyimpanan data, memproses keperluan terminal bodoh. Terminal bodoh mengandalkan CPU untuk semua manipulasi data, termasuk pengeditan dan pembaharuan.
 

Tugas Ke-5 Perancangan Sistem Informasi

NIM : 112100951
Nama : William Wijaya
Semester/Kelas : 5/C3
Jurusan : Teknik Informatika
Jenjang : S1
Matakuliah : Perancangan Sistem Informasi

Soal :
  1. Sebutkan 5 dari 11 Usability Heuristic untuk menilai kegunaan sistem komputer dan situs e-commerce yang dikemukakan Nielsen dan yang lainnya
  2. Apa saja 5 tujuan untuk merancang user interface?
Jawaban:
1.        Menurut Nielsen (1994), evaluasi heuristik adalah metode yang digunakan untuk menemukan masalah pada desain antarmuka. Evaluasi heuristik melibatkan beberapa evaluator untuk memeriksa antarmuka dan membandingkannya dengan prinsip-prinsip usabilitas (heuristik).
Menurut Nielsen, ada sepuluh prinsip heuristik yang dapat digunakan, yaitu :
  • Visability of System Status : Sistem harus dapat menginformasikan kepada pengguna tentang apa yang terjadi pada sistem.
  • Match Between System and The Real World : Sistem harus 'berbicara' dalam bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. Kata, frasa, dan istilah yang digunakan mengikuti kebiasaan yang ada.
  • User Control and Freedom : Pengguna kadang memilih pilihan yang salah dan memerlukan opsi 'emergency exit'. Pengguna dapat keluar dari keadaan akibat pilihan yang salah tersebut tanpa perlu melewati kegiatan tambahan lainnya.
  • Cosistency and Standars : Pengguna tidak harus berpikir apakah kata, situasi, dan aksi yang berbeda ternyata memiliki arti yang sama.
  • Error Prevention : Sistem didesain sehingga mencegah pengguna melakukakn kesalahan dalam penggunaan sistem. Bisa dilakukan dengan menggunakan pilihan konfirmasi.
  • Recognition Rather Than Recall : Membuat objek, aksi, dan pilihan yang ada visible (jelas).
  • Flexibility and Efficiency of Use : Permudah pengguna untuk melakukan kegiatannya dengan lebih cepat.
  • Aesthetic and Minimalist Design : Dialog seharusnya tidak mengandung informasi yang tidak relevan atau tidak terlalu diperlukan.
  • Help Users Recognize, Diagnose, and Recover From Errors : Pesan kesalahan harus dijelaskan dalam bahasa yang jelas, menjelaskan masalah dan memberikan solusi.
  • Help and Documentation : Sistem menyediakan bantuan dan dokumentasi yang berisi informasi tentang penggunaan sistem.
2.        Tujuan Merancang User Interface :
  • Menyesuaikan antar muka pengguna dengan tugas.
  • Membuat antar muka pengguna menjadi efisien.
  • Memberikan arus balik yang tepat kepada pengguna.
  • Memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dimanfaatkan.
  • Memperbaiki produktivitas dari pengetahuan pengguna.

Tugas Ke-4 Perancangan Sistem Informasi

NIM : 112100951
Nama : William Wijaya
Semester/Kelas : 5/C3
Jurusan : Teknik Informatika
Jenjang : S1
Matakuliah : Perancangan Sistem Informasi

Soal:

  1. Definisikan denormalisasi.
  2. Jelaskan perbedaan antara basisdata tradisional dan gudang data.


Jawaban nomor 1:

Salah satu utama untuk normalisasi adalah mengatur data sedemikian hingga dengan maksud mengurangi data yang berlebihan. Jika Anda tidak memerlukan untuk menyimpan data sama yang lebih dan lebih lagi, Anda dapat menyimpan transaksi jarak yang lebih besar. Organisasi yang demikian membolehkan penganalisis untuk mengurangi jumlah penyimpanan yang diperlukan, kadang-kadang sangat penting jika penyimpanan mahal.

Kita mempelajari dalam bagian akhir bahwa menggunakan data normal kita harus mengembangkan melalui suatu rangkaian langkah-langkah yang meliputi penggabungan, pengurutan, dan ringkasan. Jika kecepatan pertanyaan basisdata (yaitu, menanyakan sebuah pertanyaan dan memerlukan jawaban yang cepat) adalah kritir, maka penting untuk menyimpan data dalam cara yang lain.

Denormalisasi adalah proses mengambil model data logika dan mengubahnya ke dalam suatu model fisik yang efisien untuk tugas-tugas yang sangat sering dibutuhkan. Tugas tersebut meliputi membangkitkan laporan, tetapi dapat berarti juga pertanyaan yang lebih efisien. Pertanyaan yang kompleks seperti proses online analytic processing (OLAP) sebaik data pertambangan dan knowledge data discovery (KDD) dapat juga membuat kegunaan basisdata denormalisasi.

Denormalisasi dapat dikerjakan dengan sejumlah cara berbeda. Gambar dibawah menunjukkan beberapa pendekatan tersebut. Pertama, kita dapat mengambil hubungan banyak ke banyak, seperti sales dan pelanggan yang memberikan asosiatif entitas penjualan. Dengan menggabungkan atribut dari sales dan penjualan kita dapat menghindari satu dari proses gabungan. Hal ini hasilnya jumlah duplikasi data yang dapat dipertimbangkan, tetapi hal itu membantu pertanyaan mengenai pola penjualan untuk lebih efisien.

Perhitungan memberikan subtotal, total, dan hasil hitungan lainnya

Perhitungan memberikan subtotal, total, dan hasil hitungan lainnya

Alasan untuk denormalisasi adalah menghindari referensi terulang untuk melihat tabel. Akan lebih efisien untuk mengulang informasi yang sama. Sebagai contoh, kota, negara, dan kode pos bahkan informasi ini biasanya disimpan hanya sebagai kode pos. Oleh karena itu, dalam contoh penjualan, pelanggan dan gudang dapat digabungkan.


Jawaban nomor 2:

Gudang data berbeda dari basisdata tradisional. Tujuan gudang data adalah untuk mengatur informasi supaya pertanyaan cepat dan efektif. Sebenarnya, gudang data menyimpan denormalisasi informasi, tetapi untuk menuju satu langkah lebih jauh. Gudang data mengatur data sekitar persoalan. Sangat sering, sebuah gudang data adalah lebih dari satu proses basisdata sehingga informasi tersebut diwakili dalam cara yang sama. Oleh karena itu, informasi yang disimpan dalam gudang data berasal dari sumber yang berbeda, biasanya basisdata yang diset up untuk tujuan berbeda.

Konsep gudang data adalah khas. Perbedaan antara gudang data dan basisdata tradisional meliputi berikut:
  1. Dalam gudang data, data diatur di sekitar permasalahan utama daripada transaksi individual.
  2. Data dalama sebuah gudang data disimpan secara khusus sebagai data ringkasan daripada dalam detail, data asli ditemukan dalam suatu basisdata penyesuaian transaksi.
  3. Data dalam gudang data mencakup frame waktu lebih lama daripada data dalam basisdata penyesuaian-transaksi tradisional karena pertanyaan biasanya mengenai membuat keputusan yang lebih lama daripada detail transaksi harian.
  4. Sebagian besar gudang data diatur untuk pertanyaan yang cepat, di mana basisdata yang lebih tradisional dinormalisasikan dan di susun dalam suatu cara demikian dengan maksud memberikan penyimpan informasi yang efisien.
  5. Gudang data biasanya dioptimalisasikan untuk menjawab pertanyaan kompleks, yang diketahui sebagai OLAP, dari manajer dan pennganalisis daripada sederhana, menanyakan pertanyaan berulang-ulang.
  6. Gudang data membolehkan akses secara mudah via perangkat lunak data pertambangan (disebut siftware) yang menyelidiki pola dan dapat mengidentifikasi hubungan yang tidak dibayangkan oleh orang yang membuat keputusan.
  7. Gudang data meliputi tidak hanya satu tetapi multipel basisdata yang telah diproses sehingga data gudang tersebut ditentukan secara sama. Basisdata tersebut dipandang sebagai data "bersih".
  8. Gudang data biasanya meliputi data dari sumber di luar (seperti laporan industri, the company's security and exchange commision filing, atau informasi lengkap mengenai produk saingan) dan juga data yang dibangkitkan untuk kegunaan internal.

Tugas Ke-3 Perancangan Sistem Informasi

NIM : 112100951
Nama : William Wijaya
Semester/Kelas : 5/C3
Jurusan : Teknik Informatika
Jenjang : S1
Matakuliah : Perancangan Sistem Informasi

Soal:

Tampilan Form


Jawaban:

Sebelumnya untuk membuat form yang baik dan benar, ada baiknya kita flashback terlebih dahulu agar pada saat memperbaiki form di atas, kita lebih memahami tentang bagian-bagian form yang akan diperbaiki.

Tujuh bagian pokok dari suatu formulir yang kuat adalah sebagai berikut:
  1. Judul
  2. Pengenalan (identifikasi) dan jalan masuk (akses)
  3. Pertunjuk-petunjuk (instruksi)
  4. Badan
  5. Tanda tangan dan pembuktian (verisifikasi)
  6. Total
  7. Komentar/Pendapat
Tujuh bagian ini idealnya harus ada pada form. Karena jika salah satu bagian tidak ada, maka form akan terlihat tidak jelas informasinya darimana, siapa pihak yang bersangkutan mengisi formulir tersebut. Petunjuk apa saja yang perlu diperhatikan saat mengisi form.

Form di atas tidak memenuhi ke-7 bagian tersebut. Oleh karena itu, akan dijelaskan detail mengenai bagian-bagian mana yang perlu diperbaiki.

Judul (Heading)
Judul
Bagian judul selalu terdiri dari nama dan alamat urusan yang memulai form. Judul di form atas memperlihatkan tidak ada nama dan alamat yang bersangkutan. Form di atas hanya menuliskan "Formulir Rekaman Medis" yang jelas membuat bingung pasien baru yang akan mengisi form tersebut.

Identifikasi dan akses

Bagian identifikasi dan akses termasuk kode-kode yang biasa digunakan untuk memperoleh secara mudah dikemudian hari. Informasi ini sangatlah penting ketika suatu organisasi perlu menyimpan dokumen dalam beberapa tahun tertentu. Bagian petunjuk menceritakan bagaimana formulir harus diisi dan dimana harus diserahkan/dikirimkan setelah diisi.

Form diatas sendiri tidak mencantumkan bagian identifikasi dan akses sehingga jika informasi dalam form tersebut ingin dicari kemudian hari, maka pihak dari rumah sakit akan kesulitan mencarinya karena tidak kode-kode yang menunjukkan identitas pasien yang diisi melalui form. Ada baiknya, perlu ditambahkan bagian ini disamping bagian judul. Sebagai contoh, saya menaruh bagian tersebut pada pojok kanan atas untuk memudahkan saya pada saat mencari dokumen penting.

Petunjuk-petunjuk (instruksi)

Form di atas tidak menujukkan instruksi yang ada bagaimana cara mengisi form yang tepat. Sebagai contoh, saya mungkin akan menambahkan "beri jawaban checklist untuk pertanyaan pilihan dengan bentuk checkbox (kotak)" atau bisa juga pada bagian jenis kelamin "coret bagi jawaban yang tidak perlu".

Badan (Isi)

Isi
Form diatas tidak efektif karena terdapat tempat pengisian yang kecil terutama pada alamat. Pada bagian date of last exam tidak dicantumkan tempat dimana tahun, bulan, dan tanggal berada. Memang, jika anda tinggal di USA format mereka selalu tahun, tanggal dan bulan, tapi bagaimana dengan negara-negara lain? mungkin saja bisa tahun, bulan, dan tanggal. Selain itu, soal-soal yang ditanyakan tidak berurutan maksudnya soal tersebut tidak memusat pada satu hal tetapi pada semua sehingga pasien yang mengisi akan berpikir ke hal lain. Ambil contoh, awalnya ada data berupa nama dan alamat. Kemudian setelah bagian itu terdapat nama ayah dan ibu, setelah itu jenis kelamin.

Bagian tanda tangan, verifikasi, total, dan komentar/pendapat
Tanda tangan sangat diperlukan sebagai bukti bahwa seseorang yang menulis form tersebut. Verifikasi sebagai persetujuan dari pihak yang bersangkutan bahwa ia telah menyetujui atau mengizinkan pasien. Adanya akhir berupa total dan rangkuman pendapat adalah cara yang logis untuk menyediakan penutupan bagi orang yang mengisi formulir. Form diatas sendiri tidak menyediakan ketiga bagian tadi dan dikatakan minim sekali informasi yang terdapat pada formulir tersebut.

Form Perbaikan
Bagian atas